Manchester United secara resmi memecat manajer Ruben Amorim pada Kamis (8/1/2026) setelah timnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Leeds United pada Minggu (4/1/2026). Hasil tersebut membuat The Red Devils tertahan di peringkat keenam klasemen Liga Inggris dengan 31 poin.
Kondusivitas Ruang Ganti Terganggu
Selain performa yang dinilai tidak memuaskan, pemecatan Amorim juga disebut-sebut lantaran ketidakmampuannya dalam mengelola ruang ganti pemain. Pria asal Belanda ini dilaporkan sempat terlibat perseteruan dengan bek andalannya, Lisandro Martinez.
Konflik antara Amorim dan Martinez kabarnya bermula saat sesi latihan menjelang pertandingan melawan Crystal Palace dan West Ham United. Martinez dilaporkan merasa geram karena merasa diabaikan oleh Amorim. Meskipun telah pulih dari cedera ACL dan siap bermain, Martinez tidak kunjung mendapatkan kesempatan tampil.
Pola Perilaku Amorim
Menurut laporan Mirror, Lisandro Martinez bukanlah pemain pertama yang merasakan ‘silent treatment‘ dari Amorim di Manchester United. Mantan pelatih Sporting CP ini kerap kali mengabaikan pemain yang tidak lagi masuk dalam rencananya. Tindakan ini dinilai sangat berisiko merusak kondusivitas ruang ganti tim.
Pada awal musim ini, Amorim dilaporkan pernah melarang lima pemain untuk berlatih bersama tim utama. Kelima pemain tersebut adalah Marcus Rashford, Alejandro Garnacho, Jadon Sancho, Antony, dan Tyrell Malacia. Mereka baru diizinkan berlatih setelah seluruh pemain dan staf pelatih meninggalkan pusat latihan Carrington.
Akibatnya, Rashford, Sancho, dan Garnacho akhirnya memilih meninggalkan Manchester United karena merasa tidak lagi dibutuhkan oleh Amorim. Sementara itu, Tyrell Malacia memilih bertahan, namun hanya mendapatkan kesempatan bermain selama dua menit di musim ini di bawah asuhan Amorim.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar, Amorim sempat menyatakan bahwa kegagalan tim meraih kemenangan disebabkan oleh skuad yang tidak lengkap. Pernyataan ini semakin memperkuat dugaan adanya masalah internal dalam tim.






