Berita

Pemuda di Garut Dikeroyok Keluarga Kades Usai Kritik Jalan Rusak: ‘Mau Tenar Kamu?’

Advertisement

Seorang pemuda di Garut, Jawa Barat, menjadi korban intimidasi dan nyaris kekerasan fisik oleh keluarga seorang kepala desa setelah mengkritik kondisi jalan desa yang rusak parah. Insiden ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.

Kronologi Kejadian

Video yang beredar memperlihatkan seorang pemuda, yang belakangan diketahui bernama Holis Muhlisin (31), warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, dikerumuni sejumlah pria dan wanita. Salah seorang pria dalam video terdengar melontarkan pertanyaan bernada mengancam dalam bahasa Sunda, “Mau tenar kamu? Mau ngejago?” Holis hanya bisa terdiam dan menunduk, upayanya menjelaskan situasi terus dipotong oleh orang-orang yang emosional di sekitarnya.

Holis Muhlisin mengonfirmasi kebenaran video tersebut saat dihubungi via telepon pada Minggu (4/1/2026). Ia menjelaskan bahwa peristiwa intimidasi itu terjadi pada 27 Oktober 2025. Holis baru berani mengunggah video itu ke akun Facebooknya pada akhir Desember 2025 setelah mempertimbangkan berbagai hal. Menurutnya, aksi tersebut dipicu oleh kritiknya yang kerap dilontarkan terhadap pembangunan desa yang dinilainya semrawut, terutama kondisi akses jalan yang rusak parah.

“Saya bukan ingin tenar, tapi ingin desa saya baik,” tegas Holis, menyangkal tudingan ingin mencari popularitas.

Advertisement

Respons Pejabat Daerah

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyatakan kekecewaannya atas insiden tersebut, mengingat ini bukan kali pertama terjadi di wilayahnya. Ia telah memerintahkan Inspektorat untuk melakukan audit desa dan mendalami kronologi kejadian dari sisi kepala desa. “Yang namanya menjadi pimpinan, harus siap jika dikritik,” ujar Putri dalam keterangan resminya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut angkat bicara. Ia senada dengan Wakil Bupati, berharap para pejabat publik tidak bersikap antikritik. “Manakala ada orang yang mengkritik, mengunggah pembangunan yang belum berkeadilan, jalan rusak, drainase rusak, atau rumah rakyat miskin yang tidak terperhatikan, jangan melakukan pengancaman,” ungkap Dedi.

Advertisement