Berita

Pembunuh Anak Politikus PKS Cilegon Gagal Buka Brankas, Sempat Tanya Kunci ke Korban

Advertisement

CILEGON, BANTEN – Jajaran Kepolisian Daerah Banten mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap anak seorang politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Cilegon, Banten. Pelaku, yang diidentifikasi berinisial HA (30), dilaporkan gagal membuka brankas di rumah korban sebelum melakukan aksinya, bahkan sempat menanyakan lokasi kunci brankas kepada korban yang masih berusia 9 tahun.

Kronologi Penangkapan dan Motif Pelaku

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, menjelaskan kronologi penangkapan pelaku. Pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan cara yang terbilang nekat, yaitu dengan melompati tiang. Awalnya, pelaku memencet bel rumah sebanyak empat kali namun tidak ada respons. “Mencet bel 4 kali tak ada respons kemudian manjat tiang samping pos satpam, setelah masuk pelaku ke lorong kiri rumah utama, selanjutnya mencongkel jendela kamar pembantu, setelah itu pelaku masuk ke TKP,” jelas Dian dalam konferensi pers pada Senin (5/1/2026).

Dian menambahkan bahwa pelaku beraksi dengan mengenakan perlengkapan lengkap, termasuk masker, helm full face, sepatu, dan sarung tangan, untuk menyamarkan identitasnya.

Upaya Membuka Brankas dan Interaksi dengan Korban

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, pelaku mendapati sebuah brankas berukuran besar di lantai satu. “Memang ada brangkas besar dengan kondisi pintu terbuka, setelah mengotak-atik brankas dan tak berhasil bahkan kondisinya sudah geser ke kiri, yang bersangkutan naik ke lantai 2,” terangnya.

Advertisement

Di lantai dua, pelaku menemukan korban yang sedang bermain ponsel di atas kasur. Pelaku kemudian mendekati korban dan memberikan isyarat agar korban diam. Dalam situasi mencekam tersebut, pelaku sempat melontarkan pertanyaan kepada korban. “Ayahmu di mana?” tanya pelaku. Korban menjawab, “Keluar.” Pelaku kembali bertanya, “Tahu kunci brankas ditaruh di mana?” Korban menjawab, “Tidak tahu mungkin kakak yang tahu”, sambil menunjuk kamar kakaknya yang juga berada di lantai 2,” jelas Dian.

Perlawanan Korban dan Tindakan Brutal Pelaku

Setelah itu, korban dibawa ke belakang lemari dan diikat oleh pelaku. Namun, pada saat itulah korban melakukan perlawanan. Perlawanan korban dibalas dengan tindakan brutal pelaku yang langsung menusuk korban. “Pelaku langsung menusuk korban, korban teriak, semakin ditusuk, setelah penusukan yang bersangkutan langsung turun ke brankas tadi, ditemukan bekas darah baik dia atasnya ataupun di kunci kode,” ungkap Dian.

Advertisement