Dompet Dhuafa menargetkan pembangunan 1.000 Rumah Sementara (Rumtara) bagi para penyintas bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat 171.379 rumah rusak akibat bencana tersebut.
Pembangunan 1.000 unit Rumtara akan dilakukan secara bertahap dan tersebar di tiga provinsi terdampak. Dompet Dhuafa menargetkan 200 unit rampung pada Januari 2026, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebagai langkah awal pemulihan, lima unit Rumtara pertama telah diresmikan di Tamiang Kota, Kabupaten Aceh Tamiang.
Rumtara berukuran 4,8 x 4,8 meter ini akan dibangun di lahan bekas rumah penerima manfaat, diprioritaskan bagi mereka yang telah lebih dari sebulan tinggal di pengungsian. Prioritas penerima manfaat mencakup lansia, janda, yatim, serta ustaz/guru honorer yang rumahnya hancur.
Dukungan dan Harapan
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, menyampaikan target pembangunan 1.000 unit Rumtara dalam satu tahun. “Oleh karena itu, kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, mitra mitra kebaikan dan donatur untuk dapat mendukung terwujudnya target pembangunan 1.000 unit Rumtara ini. Dan hari ini, Rabu (31/12/2025) kita sekaligus resmikan berjalannya program 1.000 Rumtara Untuk Sumatera,” ujar Ahmad Juwaini dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).
Ahmad menambahkan, Dompet Dhuafa ingin menghadirkan harapan melalui Rumtara. “Melalui Rumtara, Dompet Dhuafa ingin menghadirkan lebih dari sekadar bangunan fisik. Kami ingin menghadirkan harapan, bahwa setelah bencana, masih ada masa depan yang bisa diperjuangkan,” jelasnya.
Program Pemulihan Komprehensif
Selain membangun hunian sementara, Dompet Dhuafa juga menyiapkan fasilitas pendukung di area Rumtara seperti akses air bersih, listrik, taman bermain, dan mushola. Program pemulihan juga mencakup bidang kesehatan dengan rencana reaktivasi klinik, pos gizi, layanan difabel, serta bidang pendidikan melalui program Sekolah Ceria dan bantuan perlengkapan belajar.
Di sisi ekonomi, Dompet Dhuafa berfokus pada perbaikan sektor usaha, program cash for work, dan dukungan modal usaha. Kebutuhan dasar masyarakat dipenuhi melalui distribusi air bersih, pembangunan mushola darurat, renovasi masjid, hingga layanan servis motor gratis.
Respons Cepat dan Kolaborasi
Dompet Dhuafa telah melakukan respons darurat sejak hari pertama bencana di akhir November 2025. Bantuan disalurkan melalui berbagai cara, termasuk via udara dengan tiga ton bantuan ke Takengon, Aceh Tengah, bekerja sama dengan MK Skin, Dricha, dan Melanin hero. Selain itu, 60 ton bantuan disalurkan melalui jalur laut bersama Food Station ke Belawan, Medan, dan 75 ton melalui jalur darat dari cabang Dompet Dhuafa di Riau.
Upaya ini didukung oleh berbagai mitra, termasuk tokoh publik seperti Ria Ricis, Chiki Fawzi, Benu Boeloe, Marcella Zalianti, serta puluhan brand dan komunitas. Hingga 30 Desember 2025, Dompet Dhuafa telah menjangkau 117.386 penerima manfaat di tiga provinsi.
Melalui Disaster Management Center (DMC), Dompet Dhuafa telah mengevakuasi 226 jiwa, menyiapkan makanan siap saji untuk 11.765 jiwa, layanan dapur umum untuk 54.608 jiwa, dan berbagai layanan lainnya termasuk pos wifi, distribusi sembako, air bersih, serta taman ceria.
Program kesehatan mencakup layanan refleksi, kesehatan produksi, psychological first aid, kesehatan keliling, serta distribusi kebutuhan bayi, ibu, dan lansia. Layanan lain termasuk gerai cuci, distribusi pangan, paket hygiene kit, school kit, kitchen kit, family kit, dan muslim kit.






