Berita

ABG di Tambun Kabur dari Sunat, Orang Tua Terpaksa Panggil Damkar Minta Bantuan

Advertisement

Seorang remaja di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terpaksa dijemput oleh petugas pemadam kebakaran (damkar) untuk menjalani sunat. Peristiwa unik ini terjadi pada Senin (5/1) pagi di Kampung Pekopen, Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, setelah anak tersebut terus menerus menolak keinginan orang tuanya untuk disunat.

Drama Penolakan Sunat

Menurut Danru Damkar Kabupaten Bekasi, Hoiru Syahrial, pihaknya menerima laporan dari warga yang juga merupakan kerabat dari keluarga tersebut. Sang anak yang sudah beranjak remaja ini diketahui berulang kali menghindar saat diminta untuk menjalani prosedur sunat.

“Kemarin kami dapat laporan dari warga, kebetulan salah satu keluarga tersebut juga kerja di damkar. Sebelumnya si anak disuruh sunat nggak mau,” ujar Hoiru pada Selasa (6/1/2026).

Sekitar tiga personel damkar kemudian mendatangi rumah pelapor. Sesampainya di lokasi, remaja yang dicari ternyata bersembunyi di rumah neneknya. Proses persuasi berlangsung cukup alot dan diwarnai drama, mengingat remaja tersebut terus menunjukkan penolakan.

Situasi memanas ketika pihak keluarga memberikan izin kepada petugas damkar untuk mendobrak pintu rumah nenek tempat remaja itu bersembunyi. “Kemarin si bocah ngumpet di rumah neneknya. Kata keluarganya bilang ‘dobrak aja’, ya akhirnya kita dobrak. Ya prosesnya dramatis sih karena si anak juga ngamuk menolak disunat,” ungkap Hoiru.

Dibujuk Hingga ke Mantri Sunat

Setelah berhasil dikeluarkan dari persembunyiannya, petugas damkar sempat membujuk remaja tersebut untuk masuk ke dalam mobil, didampingi oleh pihak keluarga. Suasana berangsur kondusif setelah remaja itu akhirnya bersedia masuk mobil.

Advertisement

“Sesudah dipaksa masuk mobil, terus dibilang keluarganya, sekalian dibawa ke mantri sunat aja. Ortunya sempat minta mamangnya juga yang TNI dan polisi dulu, si anak nggak mau,” jelas Hoiru.

Remaja berusia 16 tahun itu akhirnya dibawa ke seorang mantri sunat di Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Pada sore harinya, petugas damkar kembali mengantar remaja tersebut pulang ke rumah setelah proses sunat selesai.

Biaya dan Alasan Penolakan

Mengenai biaya, pihak keluarga telah menyiapkannya. Hoiru menambahkan bahwa berkat negosiasi, mantri sunat memberikan keringanan biaya. “Untuk pembiayaan, si keluarga sudah menyediakan, alhamdulillah kita dapat korting. Karena saya bilang ke mantrinya ‘minta tolong Pak, dibawa ke sini aja udah alhamdulillah, akhirnya dikasih kortingan untuk biayanya’,” tuturnya.

Kepulangan remaja itu disambut oleh tetangga yang mencoba memberikan hiburan. Remaja tersebut mengaku berulang kali menolak sunat karena rasa takut. “Alasannya ‘saya takut Pak’. Si anak usianya udah 16 tahun, kondisi si anak putus sekolah,” pungkas Hoiru.

Advertisement