Madrid – Kepergian Xabi Alonso dari kursi kepelatihan Real Madrid memunculkan kembali sorotan terhadap dinamika ruang ganti klub. Laporan terbaru mengindikasikan adanya ketidakpuasan pemain terhadap metode latihan yang diterapkan Alonso, terutama terkait intensitas fisik dan disiplin.
Ketidakcocokan Gaya Latih
Perpisahan antara Real Madrid dan Xabi Alonso, yang terjadi setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol pada Senin (12/1) dini hari WIB, diduga bukan semata-mata disebabkan oleh hasil pertandingan. Muncul isu keretakan di dalam skuad, di mana para pemain seperti Kylian Mbappe disebut tidak sepenuhnya cocok dengan gaya kepelatihan Alonso.
Alonso dikenal menerapkan disiplin yang ketat, termasuk membatasi kunjungan keluarga pemain ke tempat latihan. Selain itu, latihan fisik yang dinilai sangat berat juga dikabarkan menjadi keluhan di kalangan pemain. Bahkan, pilihan formasi yang diterapkan Alonso sempat memicu kemarahan Vinicius Jr. saat diganti.
Keluhan Langsung Alonso
Momen kekecewaan Xabi Alonso terekam kamera saat ia melatih Real Madrid pada November lalu. Seperti dilansir dari Marca, Alonso mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap fokus para pemain saat sesi latihan.
“Saya tidak tahu kalau akan melatih tim anak-anak,” ujar Alonso di lapangan latihan, menyiratkan kekecewaannya terhadap kurangnya intensitas dan keseriusan pemain.
Tantangan Adaptasi dan Jadwal Padat
Xabi Alonso menuntut adanya permainan fisik yang kuat dan penerapan sistem yang solid di lapangan. Namun, ia menghadapi tantangan besar dalam hal waktu adaptasi. Real Madrid baru saja berlaga di Piala Dunia Antarklub pada musim panas sebelumnya, ditambah dengan jadwal kompetisi yang padat.
Kondisi ini membuat para pemain rentan mengalami kelelahan, yang berpotensi menghambat kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan tuntutan fisik dan taktik yang lebih tinggi dari Alonso.






