Manchester United kini hampir dipastikan tanpa gelar musim ini setelah tersingkir dari Piala FA. Fokus utama tim berjuluk Setan Merah itu kini beralih total untuk mengamankan satu tempat di Liga Champions musim depan.
Kekalahan Mengejutkan dari Brighton
Perjalanan Manchester United di Piala FA harus terhenti di babak ketiga. Dalam pertandingan yang digelar di kandang sendiri, Old Trafford, pada Minggu (11/1/2026) malam WIB, MU takluk 1-2 dari Brighton & Hove Albion. Kekalahan ini menambah daftar kegagalan MU di kompetisi domestik musim ini.
Sebelumnya, MU juga secara mengejutkan tersingkir dari Carabao Cup pada Agustus 2025. Mereka didepak oleh tim divisi empat, Grimsby Town, di babak kedua turnamen tersebut.
Target Liga Champions Menjadi Satu-satunya Harapan
Saat ini, Manchester United menempati peringkat ketujuh klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan mengoleksi 32 poin. Mereka tertinggal tiga angka dari zona empat besar yang menjadi batas akhir kualifikasi Liga Champions.
Mengingat MU tidak lagi berlaga di kompetisi Eropa lainnya, lolos ke Liga Champions menjadi satu-satunya target realistis yang tersisa untuk musim ini.
Fletcher: Fokus Penuh untuk Liga Champions
Manajer interim Manchester United, Darren Fletcher, menegaskan bahwa timnya harus mengerahkan seluruh kemampuan untuk meraih tiket Liga Champions.
“Masih ada tiket Liga Champions yang harus dikejar dan saya masih berpikir itu bisa diraih musim ini,” ujar Fletcher seperti dilansir situs resmi klub.
Fletcher menyadari bahwa target ini mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi para penggemar Manchester United yang selalu mendambakan gelar juara atau persaingan di papan atas Liga Primer.
“Ini mungkin bukan yang ingin didengar fans soal Manchester United karena seharusnya Anda juara atau menjadi penantang di Premier League,” tuturnya.
“Tapi mungkin targetnya musim ini, dengan kualitas yang kami miliki dan posisi liga dan betapa ketatnya itu, kami masih punya banyak pertandingan yang tersisa di liga yang bisa dimanfaatkan untuk meraihnya,” tambahnya.
“Jadi itulah yang seharusnya menjadi fokus dan ke mana energi dikerahkan,” pungkas Fletcher.






