Pembukaan Indonesian Basketball League (IBL) 2026 di Dewa United Arena, Tangerang, pada Sabtu (10/1) tidak hanya menandai dimulainya kompetisi basket tertinggi di Indonesia, tetapi juga menjadi panggung bagi kampanye sosial dan penghargaan baru. Seremoni meriah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, CEO IBL Junas Miradiarsyah, Brand Manager Kahf Rashif Ridlo, serta pemain Dewa United, Lester Prosper.
Kolaborasi Kahf dan IBL
Junas Miradiarsyah dan Rashif Ridlo tampil di tengah lapangan untuk mendeklarasikan ‘Main Bersih Award 2026’ yang didukung oleh Kahf, sebagai partner resmi IBL 2026. Penghargaan ini merupakan evolusi dari Sportmanship Award yang sebelumnya diraih Lester Prosper pada 2025. Perubahan nama menjadi ‘Main Bersih Award’ mengindikasikan perluasan kriteria penilaian. Kini, penilaian tidak hanya mencakup sportmanship di lapangan, tetapi juga perilaku pemain di luar arena.
Lester Prosper, yang juga penerima Sportmanship Award 2025, melakukan sentuhan simbolik dan mengumumkan perubahan nama penghargaan tersebut. Ia menekankan bahwa penilaian akan lebih komprehensif, mencerminkan nilai-nilai positif yang diusung IBL.
Donasi untuk Korban Bencana
Selain penghargaan, Kahf juga menunjukkan komitmen sosialnya dengan berjanji menyumbangkan dana berdasarkan total skor yang tercipta dalam pertandingan pembukaan. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Pelita Jaya dengan skor 82-98. Dengan perhitungan Rp 1.000.000 per poin, Kahf menyumbangkan total Rp 180.000.000 untuk korban terdampak bencana di Sumatera.
Erick Thohir secara simbolis melakukan tip-off, menandai dimulainya kompetisi IBL 2026. Prosesi pembukaan diiringi tampilan visual di layar arena yang mengusung tema semangat sportivitas, kolaborasi, dan persaingan sehat, menegaskan nilai utama yang diusung IBL musim ini.
Musim baru IBL 2026 diprediksi akan berlangsung ketat, dengan seluruh klub telah menyiapkan strategi dan skuad terbaik. Donasi dari Kahf diharapkan tidak hanya membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatera, tetapi juga memperkuat komitmen IBL terhadap tanggung jawab sosial.



