Jeddah – Kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol tampaknya belum sepenuhnya diterima oleh Real Madrid. Pelatih Madrid, Xabi Alonso, meminta timnya untuk segera bangkit dan melupakan hasil minor tersebut.
Madrid Gagal Akhiri Puasa Gelar
Pertandingan final Piala Super Spanyol yang digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, pada Senin (12/1/2026) dini hari WIB, berakhir pahit bagi Los Blancos. Madrid sempat dua kali menyamakan kedudukan setelah tertinggal dari Barcelona. Namun, gol ketiga dari Barcelona memastikan kemenangan Blaugrana dan menunda ambisi Madrid untuk meraih gelar.
Kekalahan ini berarti Madrid harus menunggu lebih lama lagi untuk mengakhiri paceklik gelar yang sudah berlangsung lebih dari setahun. Trofi terakhir yang diraih Vinicius Junior dkk. adalah FIFA Intercontinental Cup pada 18 Desember 2024.
Alonso: Fokus ke Kompetisi Lain
Menanggapi kekecewaan timnya, Xabi Alonso menekankan pentingnya untuk segera membuka lembaran baru. Ia menilai bahwa Piala Super Spanyol bukanlah kompetisi yang paling krusial dibandingkan dengan ajang lain yang masih diikuti Madrid.
“Kami harus segera membuka lembaran baru. Ini satu pertandingan, satu kompetisi, dan di antara kompetisi yang kami mainkan, ini yang paling tidak penting,” ujar Alonso seperti dikutip dari AS.
Lebih lanjut, Alonso menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memulihkan kondisi fisik dan mental para pemain.
“Sekarang yang terpenting adalah menatap ke depan, mengembalikan para pemain, juga secara mental, dan melangkah ke depan,” tambahnya.
Peluang Juara Masih Terbuka
Real Madrid masih memiliki peluang untuk meraih trofi di tiga kompetisi utama lainnya, yaitu LaLiga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Alonso berharap kekalahan di Piala Super Spanyol dapat menjadi pelajaran berharga bagi timnya untuk tampil lebih baik di sisa musim.






