Situasi di Venezuela memanas pasca serangan besar-besaran Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Menanggapi perkembangan ini, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk segera menyiapkan skenario darurat demi memastikan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut.
Situasi Kritis di Venezuela
Dave Laksono menilai dinamika di Venezuela berkembang sangat cepat menyusul serangan AS dan penangkapan Maduro. Menurutnya, prioritas utama Kemlu RI saat ini adalah menjamin keselamatan WNI. “Komisi I DPR RI mengimbau Kementerian Luar Negeri untuk terus memantau perkembangan secara intensif, berkoordinasi dengan perwakilan RI di Caracas, serta menyiapkan skenario darurat apabila kondisi keamanan memburuk,” ujar Dave kepada wartawan, Senin (5/1/2025).
Ia menambahkan bahwa diplomasi yang tenang namun sigap harus dijalankan. “Diplomasi yang tenang namun sigap perlu dijalankan, agar setiap langkah yang diambil tetap sesuai dengan prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap kedaulatan negara,” tambahnya.
Persiapan Evakuasi WNI
Lebih lanjut, Dave meminta Kemlu RI untuk mempersiapkan langkah-langkah pemulangan WNI jika ketegangan antara AS dan Venezuela terus meningkat. Ia menekankan pentingnya kesiapan tanpa terkesan gegabah maupun lengah.
“Terkait opsi pemulangan WNI, Komisi I DPR RI menilai bahwa langkah tersebut harus dipersiapkan sejak dini sebagai antisipasi, namun pelaksanaannya tetap menunggu perkembangan situasi di lapangan. Artinya, kita tidak boleh gegabah, tetapi juga tidak boleh lengah. Kesiapan logistik, jalur evakuasi, dan komunikasi dengan WNI harus sudah disusun, sehingga bila keadaan mendesak, pemerintah dapat bergerak cepat,” jelas Dave.
Posisi Diplomatis Indonesia
Dave Laksono menegaskan bahwa Indonesia perlu menjaga posisi diplomatis yang seimbang, mengedepankan prinsip politik luar negeri bebas aktif, tidak berpihak, namun tetap konsisten membela keselamatan warga negara. Ia memastikan Komisi I DPR RI akan terus mengawal langkah Kemlu RI agar setiap kebijakan tetap berada dalam koridor kepentingan nasional dan sesuai hukum internasional.
“Dengan demikian, pesan utama Komisi I DPR RI jelas, keselamatan WNI adalah prioritas, kesiapan evakuasi harus ada, dan diplomasi Indonesia harus tetap tegas namun bijak dalam menghadapi dinamika ini,” pungkasnya.
Latar Belakang Serangan AS ke Venezuela
Serangan besar-besaran AS ke Venezuela yang diikuti penangkapan Nicolas Maduro merupakan puncak dari tekanan berbulan-bulan oleh pemerintahan Trump. AS menuduh Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah dan mendukung kartel narkoba. Penangkapan Maduro terjadi pada Sabtu (3/1) dini hari setelah serangan pasukan AS. Maduro dan istrinya, Cilia Flores, kemudian dibawa ke AS.
Pemerintahan Trump menuduh Maduro dan kartel narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS akibat penggunaan narkoba ilegal. Sejak September 2025, pasukan AS dilaporkan telah membunuh lebih dari 100 orang dalam setidaknya 30 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba dari Venezuela.
Para ahli hukum menilai aksi AS tersebut berpotensi melanggar hukum AS dan internasional.


