Kuala Lumpur – Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) menggelar pertemuan darurat Komite Eksekutif (Exco) pada Jumat, 09 Januari 2026, untuk membahas skandal naturalisasi pemain yang mengancam masa depan sepak bola nasional. Salah satu opsi yang mengemuka adalah pengunduran diri massal para anggota Exco.
Opsi Mundur Massal
Plt Ketua FAM, Datuk Mohd Yussof Mahadi, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai isu krusial, termasuk dampak skandal naturalisasi terhadap FAM. “Kami meminta semua EXCO yang dapat hadir untuk mengadakan diskusi tentang arah FAM mulai sekarang menyusul pernyataan AFC. Kami meminta pendapat semua EXCO,” ujar Yussof, mengutip Harian Metro.
Ia menambahkan, “Kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang tersedia untuk memastikan sepak bola nasional tetap terjaga. Apa yang perlu kita lakukan untuk mengurangi atau memastikan FAM tidak diskors oleh FIFA?”
Yussof menegaskan bahwa pengunduran diri massal merupakan salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan. “Untuk saat ini, kami hanya berdiskusi dan belum ada keputusan yang dibuat. Tetapi kami akan membuat keputusan sesegera mungkin dan tidak akan menunggu keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS),” katanya.
“Kami memiliki dua atau tiga opsi dan salah satu opsinya adalah usulan untuk mengundurkan diri. Kami telah menerima berbagai reaksi dan itulah mengapa kami perlu mendiskusikannya sebelum membuat keputusan,” lanjutnya.
“Jika opsi itu (pengunduran diri) adalah keputusan terbaik, kami akan membuat keputusan bulat karena kami bersatu sebagai EXCO,” tegasnya.
Ancaman Sanksi FIFA
Situasi ini memanas setelah terungkapnya skandal naturalisasi tujuh pemain yang ternyata tidak memiliki darah keturunan Malaysia. FIFA telah menjatuhkan sanksi denda kepada FAM dan melarang ketujuh pemain tersebut bermain selama 12 bulan.
Upaya banding FAM ke FIFA ditolak. FIFA justru membongkar adanya pemalsuan dokumen yang sistematis dalam proses naturalisasi tersebut. Hingga kini, semua pihak yang terlibat, baik dari FAM maupun Imigrasi Malaysia, membantah terlibat dalam pemalsuan dokumen tersebut.
FAM kini tengah menunggu hasil putusan banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Sebelumnya, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah memperingatkan FAM akan ancaman sanksi pembekuan, serupa yang pernah dialami Indonesia.



