Berita

Pungli Jasa Keset di Gilimanuk Viral, Mobil Masuk Feri Ditagih Rp 4 Ribu

Advertisement

Sebuah video yang merekam aksi dugaan pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi viral di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pengemudi mobil dimintai uang saat akan memasuki kapal feri.

Aksi Pungli Terekam Video

Dalam video yang beredar, seorang pria berseragam biru terlihat meminta pembayaran untuk “jasa keset” sebesar Rp 4 ribu. “Jasa keset Rp 4 ribu menuju kapal, bayarnya di sini,” ujar pria tersebut, seperti dilansir detikBali, Senin (5/1/2026). Dugaan pungutan di luar tarif resmi penyeberangan ini dilaporkan terjadi di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, petugas yang melakukan pungutan tersebut diduga bukan merupakan pegawai PT ASDP Pelabuhan Gilimanuk.

Penjelasan Jasa Jerambah

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jembrana, Sukirman, memberikan penjelasan mengenai keberadaan jasa yang disebutnya sebagai jasa jerambah atau jasa keset. Ia menyatakan bahwa jasa ini sudah ada jauh sebelum Pelabuhan ASDP modern berdiri.

“Jasa jerambah itu ada sebelum Pelabuhan ASDP ada. Jadi saat masih kapal kecil-kecil itu mereka sudah ada dan polanya memang sudah seperti itu,” jelas Sukirman. Menurutnya, para pekerja ini menyediakan peralatan keset secara mandiri menggunakan biaya pribadi.

Advertisement

Tugas mereka tidak hanya sebatas memasang keset, tetapi juga membersihkan jalur dermaga dari pasir atau kotoran demi menjaga keamanan kendaraan yang melintas. Sukirman menambahkan bahwa pengguna jasa tidak dipaksa untuk membayar.

“Jika pengguna jasa tidak mau membayar, mereka tidak memaksa. Namun, biasanya sopir mobil besar atau truk barang langsung memberikan uang tanpa diminta karena mereka tahu fungsinya. Jadi, mereka yang memviralkan itu kalau tidak bayar pun tidak dipaksa,” pungkas Sukirman.

ASDP Lakukan Penelusuran

Menanggapi viralnya video tersebut, Manager Usaha PT ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran kejadian tersebut. ASDP berkomitmen untuk menjaga kenyamanan seluruh pengguna jasa di pelabuhan.

“Masih kami cari kebenarannya,” ujar Didi singkat saat dikonfirmasi detikBali.

Advertisement