Banjir bandang menerjang Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026) dini hari. Peristiwa tragis ini menyebabkan sembilan orang meninggal dunia, lima orang masih dalam pencarian, dan 17 lainnya luka-luka. Ratusan warga terpaksa mengungsi.
Rincian Korban dan Pengungsian
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan data sementara yang berhasil dikumpulkan oleh tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Sitaro. “Data sementara yang dikumpulkan oleh tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Sitaro, tercatat rincian korban jiwa antara lain sembilan orang meninggal dunia, lima orang dalam pencarian,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Selain korban jiwa, sebanyak 17 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Sementara itu, 102 warga terpaksa mengungsi dan mencari tempat aman di Gedung GMIST Bethbara.
Kronologi dan Dampak Banjir
Banjir bandang terjadi sekitar pukul 02.30 Wita setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Tiga kecamatan dilaporkan terdampak parah, yaitu Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat.
Berdasarkan video yang diterima BNPB, material bebatuan dan lumpur terlihat memenuhi jalanan dan bahkan meluber hingga ke bangunan milik warga. Per siang ini, banjir dilaporkan telah surut, namun dampak kerusakan cukup signifikan. Jaringan listrik dan komunikasi di beberapa wilayah terputus.
“Lima unit rumah dilaporkan hilang atau hanyut. Kerugian material lainnya masih dalam pendataan,” tambah Abdul Muhari.
Upaya Evakuasi dan Pencarian
Tim SAR gabungan saat ini masih berupaya melakukan evakuasi dan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang. Petugas menghadapi kendala dalam penyesuaian jadwal penyeberangan kapal menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro, yang memperlambat proses bantuan.






