Real Madrid dan Xabi Alonso dilaporkan berpisah menyusul kekalahan 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol, Senin (12/1) dini hari WIB. Namun, kekalahan tersebut tampaknya bukan satu-satunya alasan di balik perpisahan ini.
Isu Keretakan Ruang Ganti
Sejumlah media Spanyol mengabarkan adanya keretakan di ruang ganti Real Madrid. Isu yang beredar menyebutkan bahwa para pemain, termasuk Kylian Mbappe, merasa tidak cocok dengan gaya kepelatihan Xabi Alonso. Alonso dikenal menerapkan disiplin yang sangat ketat kepada para pemainnya. Selain itu, ia juga dikabarkan melarang keluarga pemain untuk datang ke tempat latihan.
Latihan fisik yang intens juga disebut-sebut menjadi keluhan para pemain. Pilihan formasi yang diterapkan Alonso juga kerap menimbulkan ketidakpuasan, terbukti dari Vinicius Junior yang beberapa kali menunjukkan kekesalan saat ditarik keluar dari lapangan.
Ucapan Jose Mourinho Kembali Viral
Ego para pemain Real Madrid yang besar memang bukan rahasia umum. Terkait hal ini, ucapan Jose Mourinho, yang pernah melatih Madrid pada periode 2010-2013 dan mempersembahkan gelar LaLiga serta Copa del Rey, kembali menjadi sorotan dan viral.
Mourinho pernah menolak tawaran Presiden Klub Real Madrid, Florentino Perez, untuk kembali melatih. Alasannya, menurut Mourinho, sudah terlambat untuk menyingkirkan para pemain yang memiliki ego tinggi di klub tersebut.
“Di Madrid, saya berhasil melakukan segalanya kecuali membangun skuad yang bersatu,” ujar Mourinho dalam sebuah kesempatan. “Di tahun 2015, Florentino Perez meminta saya untuk kembali. Saya tahu, dia menyukai saya.”
“Dia menelepon saya, mengatakan bahwa beberapa pemain yang ‘buruk’ harus disingkirkan seperti Casillas, Ramos, Marcelo, dan Pepe. Saya balas, itu sudah terlambat,” tutupnya, mengindikasikan bahwa masalah ego pemain di Real Madrid sudah mengakar kuat.






