Polres Indramayu menggandeng Kodim 0616/Indramayu dan BPBD Indramayu melaksanakan kegiatan pelatihan dan Simulasi SOP Penangan Jenazah Korban Covid-19

2
(1)
50 Pengunjung

Respondennews.com-POLRES INDRAMAYU,-Polres Indramayu menggandeng Kodim 0616/Indramayu dan BPBD Indramayu pada hari Kamis tanggal 23 April 2020 pukul 09.30 WIB s/d selesai, telah melaksanakan kegiatan pelatihan dan Simulasi SOP Penangan Jenazah Korban Covid-19.

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto, S.I.K., M.Si., didampingi Waka Polres Indramayu KOMPOL Nanang Suhendar, S.H., M.H., KASDIM 0616/Indramayu MAYOR INF. Ruhhiyat Ka Rumkit Bhayangkara Indramayu AKBP drg Iwansyah, Sp. Ort., dan diikuti oleh para PJU Polres Indramayu para Kasat Polres Indramayu, para perwira Polres Indramayu, anggota Polres Indramayu, anggota Kodim 0616/Indramayu dan BPBD Indramayu.

Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto melalui Paur Subbag Humas Polres Indramayu IPDA Sukenda menjelaskan, pelatihan dan simulasi ini penting dilakukan. Pelatihan bisa menjadi bekal kepada anggota. Supaya nantinya selalu siap setiap waktu untuk bertindak sesuai protokol penanganan covid-19, tuturnya

”Simulasi ini untuk pemahaman kepada anggota. Tata caranya seperti ini dan tidak sembarangan. Kita siap membantu pemerintah untuk penanganan covid-19,” jelasnya

“Adapun scenario 1 (Satu) dilaksanakan, Saat ditemukan Mayat tanpa Identitas yang diduga korban Covid- 19 di Desa A lalu Kepala Desa A melapor ke Kapolsek dan Kapolsek memerintahkan anggota Sabhara untuk melakukan TPTKP (Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara) dengan pemasangan Police Line. Adapun petugas dalam skenario satu Inafis Polres Indramayu, Urkes Polres Indramayu dan Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu”, paparnya

Lebih lanjut, Setelah dilakukam TPTKP Kapolsek secara berjenjang melapor ke Kapolres untuk memerintahkan Kasat Reskrim bersama inafis, urkes dan dokpol dari Rumkit Bhayangkara indramayu untuk melakukan olah TKP. Kemudian anggota tersebut memakai APD (Alat Pelindung Diri) lengkap bertujuan untuk melindungi diri agar tidak terpapar Virus Covid- 19. Kemudian mendatangi TKP dan langsung melakukan orientasi terhadap mayat yang ditemukan.
“Selanjutnya salah seorang anggota tim menyemprot cairan desinfektan ke sekitar jenazah dan ke tubuh jenazah dilanjutkan tim inafis melakukan olah TKP dan pengidentifikasian mayat dengan menggunakan alat IPS (Inafis Portable System) dan mengamankan batang bukti disekitar jenazah”, imbuhnya
Kemudian dilakukan pembungkusan mayat oleh Urkes dan Dokpol Rumkit Bhayangkara dan selanjutnya mayat dimasukan ke ambulan yang juga disemprot desinfektan.

Saat Jenazah Tiba Di Pemulasaran langsung dilakukan pengkafanan kemudian mayat ditayamumkan dengan menggunakan debu selanjutnya Mayat ditempatkam kedalam peti.
Mayat didalam peti disemprot menggunakan desinfektan Keranda ditutup dan disemprot dengan desinfektan dan selanjutnya Mayat di sholatkan.

Mayat dimasukkan kedalam ambulan dengan kembali disemprot desinfektan kemudian Mayat dibawa ke TPU untuk dikebumikan.
Skenario 3 (Tiga) Mayat langsung dikubur bersama peti mati langsung dimasukan ke liang lahat dengan menggunakan tali. Kemudian dilakukan penimbunan seperti biasa.

“Dengan pelatihan ini semoga anggota yang di lapangan bisa menangani apabila ditemukan mayat sesuai dengan SOP penangan jenazah Covid-19”. Pungkas IPDA Sukenda

Barkah/Hms

Apakah artikel ini menarik menurut Anda

Nilai arikel ini sekarang!

Nilai RataiRata 2 / 5. Jumlah Penilai: 1

Belum ada yang menilai, Jadilah yang pertama untuk menilai artikel ini.

Tinggalkan Balasan