Manchester United tengah menghadapi periode krusial setelah manajemen klub resmi memecat pelatih kepala Ruben Amorim pada Senin, 5 Januari 2026. Keputusan ini diambil menyusul serangkaian hasil mengecewakan yang membuat Setan Merah terpuruk di posisi keenam klasemen Premier League. Di tengah kekosongan kursi manajer, jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa mantan pelatih, Ole Gunnar Solskjaer, sangat terbuka untuk kembali ke Old Trafford sebagai manajer sementara.
Kesiapan Solskjaer untuk mengambil alih kendali tim secara interim ini menjadi angin segar bagi klub yang sedang mencari stabilitas jangka pendek. Romano, melalui berbagai platformnya termasuk kanal YouTube dan akun X, melaporkan bahwa Solskjaer bersedia membantu Manchester United lagi, bahkan tanpa memedulikan durasi kontrak atau besaran gaji. Situasi ini menyerupai periode pertamanya di Old Trafford pada Desember 2018, di mana ia juga datang sebagai manajer sementara sebelum diangkat secara permanen.
Amorim Dipecat, Fletcher Jadi Pengganti Sementara
Pemecatan Ruben Amorim diumumkan setelah Manchester United bermain imbang 1-1 melawan Leeds United pada Minggu, 4 Januari 2026. Hasil tersebut dinilai menjadi pemicu terakhir bagi jajaran direksi untuk melakukan perubahan. Amorim, yang ditunjuk pada November 2024, hanya mampu memimpin tim ke posisi keenam Premier League, terpaut 17 poin dari pemuncak klasemen Arsenal.
Sebagai langkah awal, Manchester United menunjuk mantan gelandang klub dan pelatih tim U-18, Darren Fletcher, untuk mengambil alih tim sementara waktu. Fletcher akan memimpin skuad dalam pertandingan Premier League melawan Burnley pada Rabu, 7 Januari 2026. Namun, penunjukan Fletcher ini bersifat jangka pendek, karena klub berencana mencari manajer sementara yang lebih berpengalaman untuk sisa musim 2025/2026, sebelum menunjuk manajer permanen pada musim panas mendatang.
Kesiapan Solskjaer dan Konfirmasi Romano
Fabrizio Romano secara eksplisit menyatakan bahwa Ole Gunnar Solskjaer sangat tertarik untuk kembali ke Manchester United dalam peran manajer sementara. “Ole Gunnar Solskjaer akan lebih dari terbuka untuk kembali ke Manchester United sebagai manajer sementara. Dia akan senang untuk membantu lagi,” tulis Romano dikutip dari detak.media.
Romano juga menambahkan bahwa Solskjaer tidak peduli dengan uang, gelar, atau durasi kontrak, karena prioritas utamanya adalah memberikan dukungan penuh yang dibutuhkan United di masa-masa sulit ini.
Solskjaer sendiri telah tanpa pekerjaan sejak dipecat oleh klub Turki Besiktas pada Agustus 2025, setelah hanya beberapa minggu menjabat. Pengalaman sebelumnya di Manchester United, di mana ia berhasil membawa tim meraih 14 kemenangan dari 19 pertandingan sebagai manajer interim, membuatnya menjadi kandidat yang familiar dan disukai banyak penggemar.
Pencarian Manajer Interim dan Jangka Panjang
Selain Solskjaer, nama Michael Carrick, yang juga pernah menjadi manajer sementara setelah pemecatan Solskjaer pada 2021, disebut-sebut sebagai opsi lain untuk peran interim. Namun, Romano menyoroti bahwa Solskjaer tetap menjadi favorit kuat untuk posisi sementara ini.
Untuk jangka panjang, Manchester United diperkirakan akan mengambil waktu untuk mengevaluasi kandidat manajer permanen hingga akhir musim. Beberapa nama yang muncul dalam daftar kandidat permanen termasuk Oliver Glasner dari Crystal Palace, yang dinilai sebagai salah satu favorit. Keputusan untuk menunjuk manajer sementara ini memberikan waktu bagi manajemen klub, terutama di bawah kepemilikan minoritas Sir Jim Ratcliffe, untuk melakukan penilaian menyeluruh dan menghindari keputusan terburu-buru yang dapat berdampak buruk pada masa depan klub.
Kembalinya Solskjaer, bahkan dalam kapasitas sementara, dapat memberikan suntikan moral dan keakraban bagi skuad, mengingat ikatan emosionalnya dengan klub dan basis penggemar. Ini adalah langkah yang diharapkan dapat menstabilkan performa tim hingga penunjukan manajer permanen yang sesuai dengan visi jangka panjang Manchester United.






