Barcelona, Senin (05/01/2026) – Klub raksasa Spanyol, Barcelona, berpotensi meraup keuntungan finansial dari mantan jebolan akademinya, Mika Mármol. Meski telah dilepas tiga tahun lalu, Barcelona masih memegang 50 persen hak ekonomi atas pemain berusia 24 tahun tersebut.
Potensi Cuan dari Transfer Mármol
Mika Mármol, yang sempat debut di tim senior Barcelona pada tahun 2022, gagal menembus skuad utama. Ia kemudian dilepas ke FC Andorra di divisi dua Spanyol sebelum akhirnya bergabung dengan Las Palmas pada tahun 2023. Kesepakatan transfer ke Las Palmas menyisakan 50 persen hak ekonomi bagi Barcelona, demikian dilaporkan Mundo Deportivo.
Kini, dengan kontrak Mármol di Las Palmas akan berakhir pada musim panas 2026, sejumlah klub La Liga menunjukkan minat serius. Osasuna, Mallorca, Girona, dan Celta Vigo dikabarkan siap menebus klausul pelepasannya yang bernilai 10 juta euro.
Las Palmas Sulit Mempertahankan
Presiden Las Palmas, Miguel Angel Ramirez, mengakui kesulitan klubnya untuk mempertahankan Mármol di tengah gempuran tawaran dari klub-klub yang lebih besar. “Memperpanjang kontrak Mika sangat rumit. Kami berjuang untuk mempertahankannya, tapi itu sulit. Ada tim-tim besar yang menginginkan jasanya dan kami tak bisa bersaing dengan mereka,” ujar Ramirez, seperti dikutip dari Mundo Deportivo.
Situasi ini membuka peluang bagi Barcelona untuk mendapatkan kembali sebagian dana transfernya. Klub berjuluk Los Cules itu terus memantau perkembangan Mármol agar tidak kehilangan potensi keuntungan saat kontraknya habis.
Opsi Tambahan untuk Barcelona
Selain potensi keuntungan dari penjualan, Mármol juga bisa menjadi opsi pembelian yang relatif murah bagi Barcelona. Tim asuhan Hansi Flick saat ini dilaporkan membutuhkan tambahan pemain di lini pertahanan.
Perkembangan situasi Mika Mármol menjadi perhatian Barcelona, mengingat potensi finansial dan kemungkinan kembalinya sang pemain ke Camp Nou.






